5 Perpustakaan Unik Yang Ramai Para Pecinta Buku di Jakarta

Di Indonesia, ada banyak orang salah mengartikan  perpustakaan sebagai tempat yang menakutkan, penuh dengan buku-buku tua yang berdebu, padahal tidak seperti itu. Perpustakaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Perpustakaan Nasional, yang berlokasi di Salemba, Jakarta Pusat, misalnya, memiliki banyak koleksi buku dalam berbagai genre dan sering dikunjungi oleh siswa, peneliti dan profesional.

Tetapi Jakarta juga merupakan rumah bagi beberapa perpustakaan kecil, banyak di antaranya berspesialisasi pada genre atau topik tertentu – permata tersembunyi yang menawarkan retret selamat datang bagi pecinta buku. Kami telah menyusun daftar perpustakaan yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, tetapi itu patut dikunjungi.

 

1. The Book Nook

Dimiliki oleh PannaFoto Institute, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengembangkan foto jurnalistik dan fotografi dokumenter di Indonesia, Book Nook menampilkan bagian dari koleksi buku foto institut, banyak di antaranya merupakan sumbangan dari Goethe-Institut Jakarta.

Sebagian besar orang yang sering mengunjungi Nook Buku adalah fotografer dan mahasiswa fotografi, tetapi semua orang dipersilakan untuk mampir dan membaca buku di tempat. Perpustakaan juga berkolaborasi dengan universitas dalam acara “Pop Up Book Nook” mereka, di mana mereka membawa koleksi ke kampus, festival dan taman, karena orang-orang di belakang PannaFoto Institute percaya bahwa ada minat yang besar di antara generasi muda di Indonesia dalam foto jurnalistik dan fotografi secara umum.

The Book Nook buka setiap hari Kamis dari jam 11 pagi sampai jam 5 sore, tetapi juga dapat dikunjungi pada hari lain dengan perjanjian. Sebelumnya terletak di area Blok M, tempat ini sekarang memiliki alamat baru.

Alamat : PannaFoto Institute, Reneospace, Jl. Pondok Bambu Batas No.14
Telepon : +62 852 1556 5835

 

2. OMAH Library

Perpustakaan dan toko buku OMAH adalah perpustakaan terbuka yang berfokus pada pengembangan pengetahuan tentang semua hal arsitektur. Tidak hanya rumah bagi berbagai buku, tetapi juga secara teratur digunakan untuk diskusi, lokakarya, dan kuliah.

Terletak di gedung yang sama dengan studio arsitek Indonesia Sjarief Realrich, OMAH Library memposisikan dirinya sebagai bagian integral dari komunitas arsitektur Jakarta, sering terlibat dalam kolaborasi dengan organisasi lain, universitas dan individu, dalam rangka mengembangkan kemitraan jangka panjang yang bertujuan untuk memelihara minat dalam arsitektur terutama di kalangan generasi muda.

Alamat : Kompleks Taman Villa Meruya, Taman Amarilis II Blok F2 No. 15 – Tangerang

Telepon : +62 21 5890 8647

 

3. Gudang Sarinah Ekosistem

Didirikan pada tahun 2015 oleh sekelompok kolektif seniman dari Jakarta, Gudang Sarinah Ekosistem adalah ruang lintas disiplin yang bertujuan untuk membangun dan mengolah sistem dukungan terpadu untuk bakat kreatif, komunitas dan berbagai lembaga, sementara pada saat yang sama membina kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dan ide.

Ruang ini juga mencakup perpustakaan yang menawarkan koleksi sekitar 5.000 buku dari kolektif seni ruangrupa, terutama katalog dan buku dalam bahasa Inggris tentang seni kontemporer dan visual, film dan fotografi. Seperti halnya dengan Book Nook, semua orang dipersilakan untuk mengunjungi dan menggunakan buku-buku itu, tetapi karena buku-buku itu berharga dan sangat langka, orang tidak dapat benar-benar meminjamnya. Perpustakaan disponsori oleh rumah cognac Martell melalui program CSR-nya.

Alamat : Jl. Pancoran Timur II No.4

 

4. Goethe-Institut Jakarta

Goethe-Institut adalah lembaga budaya Republik Federal Jerman dengan jangkauan global, mempromosikan pengetahuan tentang bahasa Jerman di luar negeri dan membina kerja sama budaya internasional.

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta menyediakan informasi tentang Jerman dan menawarkan berbagai buku, musik, permainan dan film dari Jerman. Buka tujuh hari seminggu, ini adalah tempat untuk bertemu orang-orang, untuk belajar dan menemukan Jerman. Perpustakaan sangat menonjol karena suasananya yang santai. Ini bukan hanya tempat bagi peserta kursus bahasa untuk belajar – sebagai gantinya, semua orang yang tertarik dengan Jerman, bahasa dan budayanya dipersilakan untuk mampir. Beberapa menggeledah dalam berbagai buku bergambar atau hanya datang untuk bermain papan bersama pada hari Jumat sore.

Alamat : Jl. Dr. GSSJ Ratulangi No.9-15, Jakarta Pusat

Telepon : +62 21 2355 0208

 

5. The Reading Room

The Reading Room bukanlah perpustakaan dalam arti klasik, tetapi kami memutuskan untuk memasukkannya ke dalam daftar kami karena telah menjadi tempat yang cukup populer bagi kutu buku untuk berkumpul. Gagasan penulis dan pembuat film Indonesia Richard Oh, Ruang Baca adalah lounge yang terinspirasi perpustakaan dan kedai kopi yang menjadi rumah bagi ribuan buku, yang sebagian besar merupakan koleksi pribadi Oh, ditumpuk di banyak rak. Beberapa judul dijual, sementara sisanya hanya menunggu dijemput oleh pengunjung untuk terlibat dan menginspirasi.

The Reading Room adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi pada sore saat turun hujan, dapatkan kenyamanan di salah satu sofa, pesan kopi panas dan makanan ringan serta rendamlah diri Anda di dunia sastra yang ajaib. Namun, seperti diketahui oleh setiap pencinta buku, obat ini bekerja setiap hari, apa pun kondisinya – baik itu hujan atau cerah, dingin atau terik, dunia buku selalu mengundang dan mempesona.

Alamat : Jl. Kemang Timur No.57 A-B

Telepon : +62 858 8054 0162